Rabu, 28 Maret 2012

Titik Jenuh

Pagi hari ini, saya awali dengan perasaan lebih nyman dan tenang. kemarin baru dapat siraman rohani dari ustad Khanafi, yang sangat menyadarkan saya. Ketika diri pribadi merasa bingung dengan apa yang dilakukan, bingung dengan usaha yang belum menunjukkan hasil, lepas kontrol, dan paranya meluapkan emosi negatif ke ananda.
Bersyukur satu hal yang belum bisa saya lakukan secara fasih, konsep bersukur yg salah selama ini saya terapkan dan akhirnya menjadi bomeerang untuk diri pribadi. Bersyukur bukan dengan cara terima kasih ya Alloh..terima kasih ya Alloh sambil tangan menengadah ke atas. Tapi lebih pada bagaimana seharusnya sy lebh bisa melakukan dan menerapkan apa yang sya miliki sekarang. Sebuah tamparan yang sangat berharga buat saya. Manusia berencana Alloh lah yang menentukan segalanya, terima kasih ustad telah memberi saya motivasi dan mendengarkan segala keluh kesah saya.

Selasa, 21 Februari 2012

astagfirulloh

Menunda pekerjaan hal yang mudah dilakukan, sangat mudah dilakukan tapi memiliki akibat yang sangat berpengaruh besar, disekolah tidak bisa konsentrasi penuh di rumah sering sekali melamun. Lalu dimana tempat yang paling mudah untuk bisa mengerjakan semua rutinitas ini?
Saya ingin sekali memiliki waktu yang ckup untuk diri sendiri, untuk waktu supaya saya lebih bisa konsentrasi penuh. Saya ingin mencari sesuatu yang baru dalam hidup ini. Astagfirulloh, berapa besarnya rasa ingin tahu dan bosan saya,bahkan sampai membuat saya lupa untuk selalu bersyukur kepada ALLOH, Astagfirulloh betapa tidak menyadarinya saya atas karunia yang begiru besar ini.

Kamis, 09 Februari 2012

ALLOHUMMA SHOLLI'ALA MUHAMMAD....
Perayaan Maulid Nabi besar Muhammad SAW..salah satunya sudah terlaksana sabtu yang lalu. Fuih...rasanya seeenang sekali bisa kembali bercengkerama dengan anak-anak. Menjadi juri untuk sholawat nabi di kelas SD kecil sungguh beraat rasanya, harus bisa adil dan sangat2 netral ke semuanya.
SubhanAlloh mereka sangat lucu dan lugu, mereka berani tampil dipanggung dan menampilkan sholawat nabi dengan kreasi kelas masing2. Ada yang bernyanyi dengan semangat, ada yang bernyanyi dengan sedih, ada yang bernyanyi sambil malu2, ada juga yang bernyanyi dengan sangat bahagia sampai salah syair nya.
Tapi itu lah anak2, kepolosan, keberanian, kepandaian dalam bersholawat mereka terlihat semuanya. Terlepas dari rasa kagum saya, tiba buat saya yg kebetulan ditunjuk sebagai jurinya memberikan nilai. Pada penampilan pertama aman, saya bisa memberikan nilai dengan sangat yakin tanpa harus ditutupi dengan kertas supaya orang lain tahu. Tapi di penampilan yang kedua, sangat amat mengkhawatirkan karena anak2 datang semua ke sya dan berebut tanya "bu nilainya berapa nilainya berapa?? bu lihat bu...lihat bu...."

"Hadu,....anak2 nanti ya...ini rahasia, bagaimana ibu mau memberi nilai kalau kalian ada disini??"
"bu...aku mau lihat, aku juga mau lihat" jadi deh berebut kertas dengan mereka..., haduh kapan nulisnya ini sudah penampilan ke empat.... belum selesai juga eh yang baru turun panggung sudah kembali lagi dengan "bu aku juga mau lihat,aku juga mau lihat kertasnya...please..." anak2 ini memohon dengan melas siapa yang tahan dgn godaan mereka??? Hadu...harus tahan, juri profesional *sambil muka galak dikit tapi anak2 masih juga nempel....
Akhirnya, "bu tolng anak2 disuruh duduk kembali sya ndak bisa menilai"
"oia bu, ayo anak2 yang manis yang sudah selesai duduk ditempat yang sudah disediakan ya...nanti ibunya ndak bisa menilai kalau kalian nempel terus..." "ya..... " *sambil terpaksa duduk ke tempat masing2...
Iya...paling tidak mereka sudah tidak lagi menempel, dan saya bisa menjalankan tugas seperti seharusnya....
Terima kasih sayang, kalian mengajarkan ibu untuk lebih bersabar :)


Selasa, 10 Januari 2012

Terakhir

Terakhir untuk jadwal hari ini, belum untuk selanjutnya. Secara perlahan individualis saya mulai muncul, mulai nyaman dengan perbedaan yg sya miliiki mulai nyaman dgn lingkungan yg menuntut ke-profesionalan kerja. Hari ini pelajaran yang bisa diambil adaah bagaimana seorang guru bisa memiliki wibawa dihapan anak didiknya. Bukan untuk mencari muka, mencari nama, atau mencari perhatian dari guru lainnya, tapi untuk mampu berkomunikasi dengan baik dengan siswa didiknya. Ada saat bercanda dengan siswa, ada saat didengarkan siswa, ada saat mendengarkan siswa. Menjadi orang yang spesial disamping mereka adalah sesuatu yang sangat luar biasa, menjadi orang yang bisa mengantakan mereka bermimpi dan mencapai mimpi adalah hal yang menbanggakan. Tunjukkan dengan cinta dan kasih, maka mereka akan memberi kebahagian hati yang sangat luar biasa.
Sya tidak mengerti apa yang sy ddefinisikan ini benar apa tidak yg jelas memiliki wibawa dihadapan anak2 itu penting untuk bisa lebih dekat berkomunikasi dengan mereka dan bukan untuk jaim didepan orang lain.

Minggu, 08 Januari 2012

Hari pertama masuk setelah 2 minggu libur...
Ups...maksudnya libur semester ganjil. (Sy gk libur sebanyak itu..hehe). Well...rasanya jauh lebih baik dibanding pertama kali datang ke sekolah ini dengan tidak mengenal satu orang pun...(merasa sendiri ditengah ratusan orang..hiks..hiks)
Alhamdulillah penyesuaian sedkit demi sedikt terlampaui. Meski belum tentu ke depan nanti yang seperti apa, yang jelas tak terasa sudah 2 bulan berlalu hehehe...
Sulit untuk bisa menyesuaikan dengan baik kalau sy sendiri gak aktif untuk melakukan apa yang sy lakukan. Belajar, belajar dan belajar hidup ini tak lepas dari yang namanya belajar. Terkadang mendapatkan sesuatu dari yang kita inginkan, implementasinya tidak sesuai dengan harapan. Harus pandai untuk memoles, agar apa yang kita dapatkan benar-benar sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Medan yang sy tempuh belum sepenuhnya sy kuasai...senjata yg sy buat juga belum lengkap dgn sempurna. Wuih..semangat masih ada waktu, sbelum pangeran datang tuk menjemput......hehehhehhe




Jumat, 06 Januari 2012

Memahami orang lain

Hubungan sosial yang terjadi di sekitar kita terkadang membawa dampak nyata dalam kehidupan. Sedikit banyaknya apa yang kita dapat dari sesuatu yang kita pelajari secara tidak langsung menjadi budaya yang akan  dijalan. Dalam perjalanannya kehidupan manusia tidak lepas dari berbagai masalah yang secara bergantian menghampiri. Didalam penyelesaian sebuah masalah itu sering kita mempelajari berbagai macam solusi yang kita dapat dari pribadi maupun dari orang lain. Sedikit pribadi yang mampu memandang masalah yang mereka hadapi adalah sebuah proses pembelajaran untuk level kehidupan selanjutnya, terkadang kita membutuhkan bantuan orang lain untuk membimbing atau membantu kita untuk menyelesaikan masalah. Tidak semua orang bisa memberikan bantuan atau bimbingan kepada orang yang mengalami masalah, diperlukan sebuah keterampilan khusus yang harus dimiliki oleh orang untuk bisa membantu orang lain dalam menyelesaikan masalah, yakni keterampilan untuk memahami orang lain.
Memahami yang berasal dari kata paham yang secara harfiah berarti mengerti suatu keadaan dengan rasa empati. Sebuah keterampilan yang tidak mudah dilakukan oleh semua orang, harus ada kemauan dan upaya dari seseorang untuk bisa menjadi terampil dalam hal ini. 
Contoh kasus sederhana, mendengarkan orang lain yang sedang berbicara atau mengikuti sebuah pertemuan, kajian. Kalau orang itu mau memahami orang lain pasti akan mendengarkan dengan seksama, secara sekilas memang hampir sama dengan menghargai. Tapi memahami dalam contoh kasus ini adalah bagaimana kitamau mengerti keadaan orang lain yang telah meluangkan waktu untuk memberikan sebuah informasi dan wawasan baru terhadap kita. Kelihatan sangat sepele tapi sangat berpengaruh dan bisa mempengaruhi sikap kita terhadap hubungan sosial.